
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mengubah pola interaksi masyarakat. Awalnya masyarakat berinteraksi di dunia nyata dengan face to face communication. Sekarang masyarakat membentuk interaksi di dunia maya melalui media sosial. Kecanggihan teknologi diawali dengan munculnya internet dapat menghubungkan antar manusia dari belahan dunia yang tidak saling mengenal, kini masyarakat memiliki alternatif lain untuk berinteraksi sosial (Alyusi, 2016:1).
Social mediamerupakan media komunikasi yang mendorong transformasi pola komuniksi sosial masyarakat menjadi lebih efektif dan efisien. Dengan media sosial penggunanya mudah untuk berpartisipasi, berbagi, dan menuangkan ide pikiran, pendapat atau opini dengan berbagai macam tema melalui blog, jejaring sosial, wiki, forum, dan dunia virtual (Zarella, 2010: 3). Dengan memanfaatkan media sosial kita dapat menyambung tali silaturahmi dengan siapapun dan dimanapun. Selain itu social media juga dimanfaatkan untuk membagikan informasi penting dengan cepat, transaksi online, mengelola hubungan relasional bagi perusahaan untuk pemasaran produknya dan lain sebagainya (Nugroho, dkk, 2014:1).
Berita yang tersaji pada media sosial menarik perhatian pembaca. Berita yang tersaji mempunyai unsur-unsur layak berita yaitu akurat, lengkap, adil dan berimbang, obyektif, ringkas, jelas, dan hangat. Pembaca sangat antusias jika berita yang dibaca adalah berita yang up to date.Tidak jarang berita yang sedang hangat dibicarakan menjadi trending topicdi kalangan masyrakat.
Sejak era reformasi definisi berita yang dianut Indonesia lebih condong ke definisi dunia barat. Berita adalah informasi aktual tentang fakta-fakta dan opini yang menarik perhatian orang (Kusumadiningrat, 2016:40). Dari definisi inilah wartawan yang telah profesional pun dapat tersesat dan terjebak memasukan sudut berita atau angle berita demi untuk menarik minat pembaca. Begitu juga ada pihak yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan definisi ini untuk membuat berita yang belum tentu kebenarannya dengan menambahkan opini seseorang dan mengesampingkan fakta yang sebenarnya sehingga menimbulkan penafsiran lain dari pembacanya. Berita-berita itu sangat mudah tersebar dalam media sosial yang banyak digunakan oleh masyarakat masa kini.
Di balik pentingnya fungsi media sosial saat ini, sosial media menjadi ajang share berita sensasi. Berita sensasi yakni berita yang isinya dan cara mengemukakannya terlalu didasarkan pada keinginan untuk menarik perhatian, membangkitkan perasaan dan emosi. Salah satu contoh berita sensasi yang menjadi viral di media sosial adalah berita hoax.Agar dapat mempengaruhi pembaca biasanya berita ini disajikan dengan hebat, menimbulkan keheranan, ketakjuban, kengerian, dan meluapkan berbagai macam perasaan (Kusumadiningrat, 2016:67). Berita hoax sedikit sekali didasarkan pada nalar atau sama sekali tidak didasarkan pada nalar yang sehat yang bertujuan untuk menghasut pembaca agar melakukan apa yang diinginkan oleh penulis berita.
Berita hoaxberdampak sangat besar pada kehidupan mayarakat luas. Berita yang tersaji mengandung provokasi tertentu yang dapat menyulut emosi pembacanya. Apalagi jika kita sebagai pembaca percaya sepenuhnya pada berita tersebut kemudian membagikan kepada orang lain tanpa mencari kebenaran berita dari sumber yang lain tidak menutup kemungkinan menyebabkan keresahan masyarakat dan pada finalnya dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa.
Berdasarkan uraian latar belakang di atas rumusan masalah artikel ini adalah bagaimana cara mengidentifikasi berita hoax;apa dampak negatif hoax; bagaimana cara mengedukasi siswa, keluarga, kolega untuk memerangi hoax; dan bagaimana sikap kita berdasarkan pengalaman pribadi ketika mendapatkan hoax.
Secara umum tujuan yang ingin dicapai artikel ini adalah untuk mengetahui cara mengidentifikasi berita hoax;dampak negatif hoax; cara mengedukasi siswa, keluarga, kolega untuk memerangi hoax; dan sikap kita berdasarkan pengalaman pribadi ketika mendapatkan hoax.
Artikel ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas kepada pembaca untuk mengenali ciri-ciri berita hoax yang banyak beredar di berbagai media baik media cetak ataupun media sosial. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa berita hoax yang tersebar berdampak negatif bagi kehidupan bermasyarakat sehingga kita dapat mengedukasi siswa, keluarga, dan kolega untuk memerangi hoax, serta diharapkan pembaca dapat menentukan sikap yang bijak dalam menghadapi berita hoax yang diterima pembaca.
Berita hoax menjadi hangat diperbincangkan baik di dunia nyata atau pun di dunia maya. Belakangan ini berita hoax yang tersebar sangat meresahkan publik. Hal ini disebabkan para pembaca kurang mencermati kebenaran berita yang disajikan atau diperbincangkan. Berita hoax mempunyai arti berita tipuan, kabar burung, informasi palsu yang disebarkan oleh pihak tertentu melalui media massa baik media tertulis atau media elektronik yang bertujuan mengemukakan opini seseorang dan kemudian menghasut seseorang untuk melakukan tindakan yang didasarkan pada perasaan yang timbul setelah membacanya (Suryani, 2017: 3).
Berita hoax sebenarnya dapat diidentifikasi dengan melihat ciri-cirinya. Berita hoax diawali sebuah judul yang menggunakan kata-kata yang unik dipadukan dengan huruf kapital dan tanda baca seru (!) agar dapat membuat rasa penasaran pembaca. Isi berita bersifat persuasi dan provokasi untuk mengikuti saran tertentu atau melakukan tindakan yang dipaparkan dalam tulisan berita yang berasal dari sumber berita atau situs yang kurang familiar dan tidak terverifikasi sebagai situs berita resmi. Pembuat berita begitu mahir menuliskan kata-kata yang membuat pembacanya hanyut dalam suasana yang dicitrakan padahal berita itu dimaksudkan untuk menipu, bahkan kadang diakhir cerita intinya hanya sebuah lelucon yang tidak lucu. Format yang digunakan aneh ditandai dengan salah pengetikan kata atau desain laman yang aneh.
Agar tidak dapat diindetifikasi waktu penulisan, biasanya tidak disertakan tanggal atau keterangan waktu yang jelas, kalau pun disertakan tanggal maka tanggal tidak masuk akal dengan kejadian saat peristiwa berlangsung. Guna menyakinkan pembaca disisipi foto atau video yang miris atau menggugah luapan emosi yang membuat gelisah para pembaca. Foto yang disajikan mungkin berasal dari editan melalui fotoshop.
Selain itu penulis berita menyamarkan identitasnya dengan menggunakan nama samaran yang berkesan sebagai motivator atau inspirator. Kemudian untuk tambah meyakinkan juga akan diberi kutipan atau pendapat ahli, tetapi pendapat ahli yang disertakan diawali dengan kata-kata yang bersumber dari opini seseorang. Di akhir cerita, berita itu diminta untuk menyebarkanluaskan bahkan tidak jarang menyertakan sebuah tawaran yang menggiurkan atau ancaman yang mengerikan. Selanjutnya akan dimuat dalam blog atau portal berita.
Dari uraian ciri-ciri berita hoax di atas kita dapat dengan mudah mengidentifikasi berita hoax agar kita tidak ikut terbawa arus yang menyesatkan yang disisipkan dalam berita hoax. Berhati-hatilah dengan judul yang berformat aneh dan bersifat provokasi atau persuasi. Cermati alamat situs, jika website atau link yang berasal dari domain blog bukan dari situs berita resmi dapat dipastikan isi berita itu diragukan kebenarannya.
Periksa fakta dan sumber berita, bisa jadi berita berasal dari opini dari pegiat ormas, tokoh politik, pengamat, atau komentator yang mengesampingkan fakta sebenarnya. Cek keaslian foto dengan memanfaatkan mesin pencari Google yakni dengan melakukan drag and drop ke dalam kolom pencari image yang akan menghasilkan gambar serupa sehingga dapat dibandingkan kebenarannya. Perhatikan tanggal yang tertera, jika tanggal yang tertera tidak sesuai dapat diragukan kebernarannya. Terakhir perikasalah identitas penulis menggunakan identitas asli atau samaran. Demikianlah, cara untuk mengidentifikasi berita hoax agar kita tidak terjebak dan percaya begitu saja dengan berita yang dibaca atau didengar.
Dampak yang ditimbulkan berita hoax sangat merugikan dan meresahkan masyarakat. Berita hoax dapat merugikan suatu pihak yang tersangkut dalam berita karena berita tidak akurat dan menuai opini negatif dari pembaca. Apabila telah menjadi viral di masyarakat akan memberikan reputasi yang buruk akan sesuatu atau seseorang tanpa ada orang yang dapat dituntut pertanggungjawabannya. Reputasi dan image yang tercipta akan menyebabkan tersebarnya fitnah mengenai sesuatu atau seseorang.
Fitnah tersebar otomatis informasi yang didapat pun informasi yang salah. Informasi salah yang tebaca dapat mempengaruhi kesehatan mental karena menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan yang mengubah suasana hati seseorang (Reisya: 2016:2) . Apalagi jika sudah menyangkut unsur SARA yang beritanya begitu sensitif terhadap kehidupan masyarakat kita yang heterogen, menyebabkan perpecahan di kalangan masyarakat sehingga dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.
Memberantas tuntas berita hoax sangat sulit tetapi dapat ditekan penyebarannya. Pemerintah bekerja sama dengan kepolisian dan operator seluler berupaya untuk menekan penyebaran hoax. Dijelaskan dalam UU Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektrik pasal 45A ayat 1 bahwa setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000, 00 (satu milyar rupiah).Undang-undang tersebut menerangkan dengan tegas sanksi bagi para pelaku. Kepolisian membentuk membentuk cyber reskrim untuk memberantas kejahatan cyber.
Pengaduan dapat mengaskses situs Reskim.com dengan mengisi formulir yang berisi tentang data diri dan informasi tentang persebaran berita hoax. Dari aduan itu polisi dapat melacak dan menindak pelaku. Untuk memudahkan kerja polisi dalam menindak pelaku cybercrime, polisi juga bekerja sama dengan pihak operator seluler dengan meregestrasi kartu perdana untuk mengaktifkan dan meregestrasi ulang bagi kartu SIM yang sudah aktif dengan mencantumkan NIK dan nomor KTP.
Nugroho selaku Ketua Masyarakat Indonesia Anti Hoax memberikan anjuran untuk bekerjasama dalam memerangi penyebaran berita hoax. Target edukasi paling utama adalah melalui keluarga karena keluarga adalah simpul terkecil upaya pemanfaatan media sosial (liputan 6, 2017: 2). Berawal dari orang tua harus melek teknologi dan jangan gaptek sehingga orang tua dapat mengawasi dengan ketat konten-konten yang menyebar di media sosial. Bagi orang tua atau anak jangan terlalu heboh menunjukan luapan ekspresi diri saat mendapatkan berita hoax dan terburu-buru membagikan kepada anggota keluarga atau kerabat dekat.
Target kedua memerangi penyebaran hoax adalah sekolah. Sebagian waktu anak dihabiskan di sekolah menjadi anak lebih dekat dengan guru bahkan petuah yang dikatakan guru akan lebih dipercaya anak dari pada petuah orang tuanya. Guru dapat menyisipakan dalam pendidikan karakter yang diintegrasikan dalam pembelajaran di sekolah. Guru menanamkan sikap berfikir kritis dan skeptif terhadap berita yang didengar siswa untuk tidak langsung percaya begitu saja. Pengamalan sikap toleransi dan tenggang rasa akan membuat anak berjiwa besar dan berlapang dada menerima perbedaan yang ada menebarkan benih persatuan di kalangan siswa. Sikap persatuan inilah yang menjadi penangkal perpecahan yang diakibatkan provokasi berita hoax.
Kita pun dapat mendinginkan hati kerabat atau kolega kita saat menerima berita hoax. Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mengedukasi kerabat atau kolega untuk memerangi hoax. Jika mendapatkan berita hoax ajaklah untuk mencari referensi berupa berita yang serupa dari situs online resmi kemudian bandingkan isinya dan tariklah kesimpulan yang berimbang apakah sama atau berbeda. Jangan mempercayai berita jika berasal dari domain atau portal berita yang belum terdaftar sebagai situs resmi berita yang berisi opini dari pihak tertentu.
Kunjungi laman dan ikuti forum diskusi anti hoax misalnya Forum Anti Fitnah Hasut dan Hoax (FAFHH) yang menyediakan laman atau sarana menampung aduan hoax dari netizen sehingga mendapat klarifikasi yang jelas apakah berita yang didapat hoax atau fakta. Kenalilah fitur yang dapat mengidentifikasi hoax misalnya Report Status bagi pengguna Facebook, Report Tweet bagi pengguna Tweeter dan Feedback bagi pengguna Google untuk memutus rantai penyebaran berita hoax. Dengan fitur itu maka aplikasi akan menghapus status atau konten jika terdapat banyak aduan dari netizen. Terakhir jangan asal bagi ataushare kepada orang lain. Sebagai pendidik kita harus bijak dengan mempertimbangkan efek yeng terjadi jika berita itu tersebar.
Suatu hari menjelang senja tetangga datang memberikan sebuah artikel yang berisi informasi meyakinkan dan memercikkan perasaan kalut dalam hidup saya karena awalnya berita bersifat inspiratif dan anjuran untuk mengubah nasib kita menjadi lebih baik. Tetapi di akhir cerita berisi ajakan untuk menggandakan artikel kemudian menyebarkan kepada tetangga lainnya disertai ancaman yang mengerikan. Saya membuka hati dan pikiran saya, bahwa perubahan nasib hanya dapat dilakukan dengan kerja keras dan doa yang selalu terlantun kepada Tuhan serta percaya bahwa Tuhan akan mengabulkan doa umatnya yang bersungguh-sungguh. Rejeki, mati, dan jodoh yang telah digariskan untuk kita sepenuhnya adalah kuasa Tuhan bukan ditentukan oleh seberapa banyak kita menyebarkan artikel itu sehingga saya tidak menyebarkan arikel dan membakarnya segera agar saya menjadi salah satu pemutus mata rantai penyebaran artikel yang menyesatkan tersebut.
Beritahoax termasuk berita sensasi yang belum tentu benar kebenarannya tetapi dapat memprovokasi pembacanya melakukan tindakan di luar nalar dan pikiran. Dampak yang ditimbulkan juga membahayakan. Beritahoax dapat kita ketahui dengan mengidentifikasi ciri-cirinya. Kita dapat memutus penyebaranhoax dengan mengedukasi anggota keluarga, siswa, dan kolega dengan mengingatkanno share to hoax.
Sikapilah beritahoax yang menyebar dengan membuka pikiran yang bijak bukan hanya dengan hati yang lembut saja mengingat begitu besar dampak yang ditimbulkan. Pastinya kita tidak ingin menjadi salah satu pemicu keresahan dan kita pun tidak ingin ikut menikmati dampak negatif yang ditimbulkan oleh berita hoax. Gunakan sosial media sesuai fungsi asalnya,open your mind, stop share to hoax, unity be saved! NKRI BERSATU SELAMANYA!
No comments:
Post a Comment